ASUHAN KEPERAWATAN APENDIKTOMI PDF

Askep Sistem Perkemihan · askep · askep-berduka · askep · ASKEP NYERI PADA POST · ASKEP NYERI PADA POST. Prognosis • Apendiktomi yang dilakukan sebelum perforasi prognosisinya ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN APENDISITIS PDF. ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN POST OP APENDIKTOMI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN RASA NYAMAN DI RUANG MELATI RSUD KOTA.

Author: Fenriramar Shakagore
Country: Uruguay
Language: English (Spanish)
Genre: Love
Published (Last): 22 September 2016
Pages: 140
PDF File Size: 12.99 Mb
ePub File Size: 16.48 Mb
ISBN: 124-7-51184-732-4
Downloads: 54212
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Vukinos

Published on Oct View 72 Download 9. Latar Belakang Tindakan pembedahan seringkali menjadi ancaman potensial atau actual bagi integritas seseorang. Hal ini disebabkan tindakan pembedahan dapatmembangkitkan reaksi stress baik fisiologis maupun psikologis. Setiap klien berbeda pandangan dalam menanggapi tindakan bedah atau operasi sehingga responnya berbeda beda pula.

Pada respon fisiologis ada tindakan langsung dengan bedah, karena tindakan bedah merupakan stressor pada tubuh. Bila stress terhadap system cukup gawat atau kehilangan darah cukup banyak, tubuh akan terlalu banyak beban dan terjadi shock.

Sedangkan respon psikologi secara umum berhubungan dengan adanya ketakutan terhadap anesthesia, diagnosis yang belum pasti, keganasan, nyeri, ketidakmampuan dan cerita dari orang lain. Cholecystectomy pengangkatan kantong empedu secara operasi apendkitomi perawatan kepperawatan untuk batu-batu empedu didalam kantong empedu.

Operasi mungkin dilakukan melalui suatu sayatan perut yang besar atau secara laparoskopi melalui tusukan-tusukan kecil dari dinding perut. Baiklah di sini kami akan membahas bagaimana tindakan yang dilakukan dalam pembedahan batu empedu. Apa Definisi dari kolesistektomi? Apa saja Macam Macam kolesistektomi? Apa saja Kontra indikasi? Apa saja Komplikasi dari kolesistektomi?

Apa saja Pemeriksaan Penunjangnya? Mengetahui Definisi dari kolesistektomi 2. Mengetahui Macam Macam kolesistektomi 3. Mengetahui Kontra indikasi 5. Mengetahui Komplikasi dari kolesistektomi 7.

Mengetahui Pemeriksaan Penunjangnya 8. Definisi Kolesistektomi Kolesistektomi adalah pengangkatan kantung empedu melalui proses bedah.

Tindakan ini adalah metode yang paling lazim dilakukan untuk mengatasi gejala batu empedu apabila pengobatan melalui mulut tidak mungkin lagi dikerjakan.

Terapi terbanyak pada penderita batu kandung empedu adalah dengan operasi. Kolesistektomi dengan atau tanpa eksplorasi duktus komunis tetap merupakan tindakan pengobatan untuk penderita dengan batu empedu simptomatik.

Pembedahan untuk batu empedu tanpa gejala masih diperdebatkan, banyak ahli menganjurkan terapi konservatif. Sebagian ahli lainnya berpendapat lain mengingat silent stone akhirnya akan menimbulkan gejala-gejala bahkan komplikasi, maka mereka sepakat bahwa pembedahan adalah pengobatan yang paling tepat yaitu kolesistektomi efektif dan berlaku pada setiap kasus batu kandung empedu kalau keadaan umum penderita baik.

  CNC G96 G97 PDF

Pilihan-pilihan operasi melibatkan keperawatab baku yang disebut kolesistektomi laparoskopik, dan sebuah prosedur invasif yang lebih tua, disebut kolesistektomi terbuka. Macam Macam Apendiktomi 1. Bedah terbuka Kolesistektomi terbuka ialah suatu tindakan pembedahan dengan cara mengangkat kandung empedu dan salurannya dengan cara membuka dinding perut. Kolesistektomi terbuka tradisional adalah sebuah pembedahan besar pada abdomen perut di mana ahli bedah mengangkat kantung empedu dengan pengirisan kulit dan daging perut sepanjang 13 sampai 18 centimeter.

Pasien biasanya harus tetap berada di rumah sakit paling singkat 2 sampai 3 hari dan beberapa pekan tambahan untuk proses pemulihan di rumah. Cara ini akan meninggalkan bekas luka irisan di sisi kanan perut. Bedah laparoskopik Suatu tindakan operasi pengangkatan kantong empedu dengan cara invasive minimal melalui endoskopik laparoskopik. Kolesistektomi laparoskopik kini menggantikan kolesistektomi terbuka sebagai pilihan pertama atas tindakan pada batu empedu dan peradangan kantung empedu, kecuali jika terdapat kontra-indikasi terhadap pendekatan laparoskopik.

Ini karena bedah terbuka memiliki risiko infeksi yang lebih besar bagi pasien. Kadang-kadang, kolesistektomi laparoskopik dilanjutkan dengan kolesistektomi terbuka untuk alasan teknis atau keamanan. Kolesistektomi laparoskopik seperti terlihat melalui laparoskop4Sinar-X selama kolesistektomi laparoskopik Tehnik Operasi?

Adanya keluhan bilier apabila mengganggu atau semakin sering atau berat. Adanya komplikasi atau pernah ada apedniktomi batu kandung empedu. Adanya penyakit lain yang mempermudah timbulnya komplikasi misalnya Diabetes Mellitus, kandung empedu yang tidak tampak pada foto kontras dan sebagainya 4. Penderita dengan simtomatik batu empedu yang telah dibuktikan secara imaging diagnostic terutama melalui USG abdomen 5. Penderita kolesterolosis simtomatik yang telah dibuktikan melalui USG abdomen 6.

Adenomyomatosis kantung empedu kepeawatan D. Kontra indikasi absolut Koagulopati yang tidak terkontrol Penyakit liver stadium akhir Penyakit Paru obstruktif berat dan penyakit jantung kongestif berat2. Kontra indikasi relatif tergantung keahlian operator Cirrhosis hepatis Obesitas Kolesistitis akut5 Gangrene dan empyema gall bladder Biliary enteric fistula Kehamilan Ventriculo-peritoneal shunt VP-shunt E.

USG Ultrasonografi Test diagnostik ini merupakan pilihan karena keakuratannya yang apenddiktomi tinggi kemampuannnya untuk mendeteksi batu empedu. Cholelystogram Untuk menegakkan diagnosa adanya batu empedu.

Pada pelaksaannya zat kontras dimasukkan secara intravena. Biasanya dilakukan untuk saluran empedu dengan cara pembedahan elektro dengan menggunakan goresan pada otot-otot keperaatan disalurkan ke empedu sehingga batu-batu dapat terdorong keluar sampai duodenum tempat pembuangan.

Abdominal X-Ray Dapat mendeteksi adanya batu dalam kandung empedu. OddiNyeri abdomen kanan atas Joundice, pruritus icteric Feses berlemakDp. Empedu membesarMual muntah anoreksiaEdema K. Ansietas Anestesi luka Insisi DP: Kerusakan Integritas kulit DP: Mobilisasi fisikpernapasan abnormalPencernaan abnormalTakipneaperistaltik usus tergangguDP: Resti ketidakefektifan pola napasDP: Resti Kekurangan volume cairan8F. Komplikasi operasi cedera ductus koledokus cidera duodenum atau colon transversum fistel biliaris abses subdiafragma batu residual duktus biliaris G.

  CCNL MULTISERVIZI 2013 PDF

Penatalaksanaan MedisPengobatan yang tepat akan mempercepat proses penyembuhan dan menurunkan angka kematian. Cara pengelolaan pada kasus ini yaitu: Pengobatan konservatif Dilakukan pada penderita cholelithiasis yang mempunyai kontra indikasi untuk pembedahan serta penderita yang diagnosanya belum jelas sehingga masih perlu observasi. Kandung asjhan diangkat setelah ligasi duktus sistikus dan arteri sistikus. Dilakukan melalui insisi kecil atau fungsi yang dibuat melalui dinding abdomen dalam umbilikus.

Pola Persepsi dan pemeliharaan kesehatan 1. Kemungkinan ada riwayat Dm, rseksi usus, anemia hemolitik. Pola Nutrisi Metabolik 1. Tidak toleran terhadap makanan berlemak.

Perasaan penuh di epigastrium 5. Jaundice, pruritas, icterik C.

Askep post apendiktomi # For Free № 32667513

Motilitas usus menurun 3. Urine berwarna tua D. Pola Aktivitas dan Latihan 1. Kurang olah raga 2. Aktivitas lebih banyak duduk E.

Pola tidur dan istirahat 1. Tidur terganggu oleh nyeri 2. Lemah, lesu, mengantuk 3. Bayangan hitam pada kelopak mata F. Pola Apendiktpmi Kognitif 1. Sejauhmana pengetahuan klien tentang penyakitnya10G. Pola Mekanisme Koping dan Toleransi terhadap Stress 1. Pola seksual dan Reproduksi 1. Menggunakan kontrasepsi oral 2.

Memiliki anak lebih dari 3. Diagnosa Keperawatan Pre operasi A. Nyeri abdomen bagian kanan atas b. Resiko tinggi kekurangan volume cairan b. Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b. Gangguan Integritas Kulit b. Kurang pengetahuan apendiktomk proses penyakit b. Resiko tinggi ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan insisi luka operasi, Anestesi. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan peristaltik usus.

Lp Apendisitis Post Apendiktomi – PDF Free Download

Resiko tinggi infeksi b. Resiko tinggi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan kontak cairan drain pada kulit. Gangguan Mobilisasi Fisik b. Perubahan pola eliminasi BAB: Nyeri berkurang sampai dengan hilang. Observasi TTV tiap jam. Dengarkan keluhan klien dan sering mengunjungi klien.